19 December 2014

A Little Dream

 Kisah tentang seorang gadis dengan mimpinya yang ingin diwujudkannya bersama sang kekasih hati. 

Cerita ini aku temuin di lepiku. Cerita yang aku buat saat aku masih kuliah. Dan sekarang aku publish untuk kalian, ga hanya di blog, tapi juga di wattpad.  Semoga kalian suka yaa. Feel free to comment.

--------------------------------------------------------------------------------------------



"Aku ingin dilamar di tepi pantai saat sunset. Terus aku ingin nikah saat matahari terbit. Dan aku mau itu kamu yang ngelakuin permintaanku ini", pinta Reysha pada anak lelaki di sebelahnya, Cheyvan.

Sekelebat ingatan itu menghampiri Cheyvan saat dia sedang termenung di tengah tumpukan pekerjaannya yang menggunung. 

"Dimana dia sekarang? Ingatkah dia akan permintaan kecilnya padaku dulu?" batin Cheyvan.

Tok..tok..
"Permisi, pak, saya mau mengingatkan, sebentar lagi Rapat bersama dengan Dreamy Corporation di lantai 7", Keira mengingatkan atasannya yang tampaknya sedang berpikir serius.

"Oke, sebentar lagi saya turun. Terima kasih yaa, Keira" jawab Cheyvan sembari tersenyum dan bersiap untuk turun ke ruang rapat disusul Keira yang tak berhenti tersenyum dan tertawa kecil.

"Oh, come on, Kei, don't laugh anymore. Stop it, please. Can you do that?" rajuk Cheyvan kepada Keira, sekretarisnya dan sepupunya.

"Kei ga ketawa kok, kak. Perasaan kakak aja. Emang Kei ga boleh gitu ketawa sama senyum? Kak Yvan aneh deh. Kei bilangin kak Alva lho tar" ancam Keira yang diikuti dengan muka masam Cheyvan.

--- 000 ---

Sudah seminggu semenjak rapat bersama team Dreamy Corporation, dan hari ini adalah penandatanganan perjanjian kerjasama bersama perusahaan tersebut. Ada perasaan aneh yang menggelayuti batin Cheyvan semenjak pagi. Seperti perasaan rindu, penasaran, marahm kecewa, cinta, sayang. Cheyvan hanya bisa menenangkan dirinya sendiri jikalau hari ini akan baik-baik saja. 

Menjelang pertemuan dengan Dreamy Corporation, perasaan aneh itu semakin kentara di batin Cheyvan. Cheyvan hanya bisa menggumamkan sekelumit doa untuk menenangkan dirinya sedangkan Keira yang melihatnya hanya bisa mengernyitkan keningnya, bingung. 

Dan saat pertemuan itu terjadi, Cheyvan terkejut dengan kenyataan yang ada di hadapannya. Dia, seseorang yang selama ini menghantui tidurnya, ingatannya, ada tepat di depan matanya. Reysha, gadis kecilnya yang saat ini bertransformasi menjadi seorang wanita yang luar biasa cantik dan anggun. Senyum yang tak akan pernah bisa dilupakan Cheyvan. Ingin rasanya dia segera memeluk dan mengucapkan kata rindu. Tapi, yang bisa dilakukannya hanya diam dan menahannya.

"Maaf, pak Cheyvan, bisa rapatnya segera kita mulai?" pinta Ari, team Dreamy Corporation meminta persetujuan Cheyvan dan hanya dibalas dengan senyuman.

Reysha yang melihat senyum Cheyvan mendadak menegang di tempatnya berdiri. Kalau asistennya, Vina, tak menepuk bahunya, mungkin saat ini Reysha masih berdiri tegak dan sibuk mengatur gemuruh di dadanya.

Setelah rapat dan penandatanganan perjanjian kerjasama di antara kedua belah pihak selesai. Cheyvan menunggu hingga semua orang pergi dari ruangan tersebut agar dia bisa memastikan apabila pemilik Dreamy Corporation ini adalah gadis kecilnya. Tapi, sepertinya untuk menunggu hingga mereka semua pergi terlalu lama. Hanya ini satu-satunya cara.

"Maaf sebelumnya, bolehkah saya berbicara empat mata dengan anda, nona Reysha?" pinta Cheyvan disertai dengan senyuman mautnya berusaha meminta persetujuan Reysha.

Reysha hanya diam dan itu dianggap sebagai jawaban oleh Cheyvan. Dengan hormat, Cheyvan meminta semua orang keluar dari ruangan rapat dan meminta mereka menunggu di ruangan lain yang telah disediakan untuk sekedar menikmati sajian yang telah disiapkan.

Reysha hanya termangu dan melotot tak percaya akan apa yang dilakukan oleh Cheyvan.

"Apa-apaan ini maksudnya? Aku belum mengatakan jawabanku dan dia sudah mengusir anak buahku keluar?" gumam Reysha dalam hati.

Cheyvan hanya diam dan beranjak maju mendekati Reysha. Sedangkan Reysha beringsut mundur menjauhi Cheyvan. Cheyvan tak gentar menghadapi penolakan Reysha. Semakin dia maju, Reysha semakin mundur hingga menabrak tembok di belakangnya. Dan dia terjepit. Hanya bisa menelan ludah tatkala Cheyvan mengurungnya dengan kedua tangannya yang kokoh. Reysha yang sudah terlalu takut akan diapa-apain oleh Cheyvan hanya bisa memejamkan mata. Tanpa dia sadari, kedua tangan itu beranjak maju memeluknya.
"Aku merindukanmu sangat, Icha. Kamu kemana saja selama ini? Kenapa kamu menghilang dari hidupku? Masihkah kau ingat permintaan kecilmu padaku dulu?" tanya Cheyvan terisak sembari memeluk erat Reysha.

Reysha kaget tak menyangka akan tindakan yang dilakukan Cheyvan. Otaknya mencerna setiap kalimat yang diucapkannya. Hingga pada akhirnya dia tak mampu untuk tak membalas pelukan erat Cheyvan. Ya, Cheyvan, laki-laki inilah yang selama ini dia cari dan tunggu. Laki-laki masa kecilnya yang dia inginkan selalu. 

"Maaf, aku pergi jauh mengikuti orang tuaku. Aku ingin kembali, tapi aku takut saat aku kembali kamu tak lagi mengingatku" rajuk Reysha sembari terisak.

"Sssttt... jangan menangis, sayang. Kumohon, jangan menangis lagi. Aku tak ingin melihatmu menangis seperti ini. Maafkan aku yang telah membuatmu menangis" ucapku  sambil mengelus punggungnya yang bergetar karena tangis.

Dan sore itu, langit senja di sebuah gedung menjadi saksi akan kisah cinta sepasang anak manusia.

--- 000 ---

Dua bulan kemudian...

"Kamu mau ajak aku kemana sih, yang? Dari tadi ga jelas gini deh. Kamu nyebelin pake banget" ucapnya sambil cemberut. Ahhh, she's so cute and beautiful. I really love her.

Aku hanya tersenyum tanpa berniat membalas ucapannya. Dan bisa kupastikan, dia pasti akan bertambah marah.

Tak lama kemudian mereka sampai di tempat yang sudah disiapkan oleh Cheyvan. Dan Reysha berjalan mengikuti Cheyvan dengan muka ditekuk tampak tak rela.

"Baby, sayang, dear, lovely. Come on, look at me. Jangan cemberut gitu dong. Ga baik anak gadis cemberut gitu. Trust me, habis ini kamu pasti akan bahagia. Oke? Can you trust me?" pinta Cheyvan tersenyum.

"Oke, fine" dan itu cukup untuk membuat Cheyvan melanjutkan langkahnya.

Tak berapa lama kemudian, langkah mereka terhenti di satu tempat. Reysha hanya diam menunggu apa yang akan dilakukan oleh Cheyvan. Cheyvan tersenyum.

"Reysha Arlinta Putri, will you marry me? Maukah kamu mempercayakan seluruh kehidupanmu, hatimu kepadaku? Aku ingin disaat aku membuka mata di pagi hari dan menutup mata di malam hari, wajahmu yang aku lihat. Aku ingin kamu yang menemaniku hingga ajal menjemput. Aku ingin kamu yang selalu ada disisiku, menjadi istri, ibu dari anak-anak kita kelak, teman dan sahabat untukku. Menjadikanku satu-satunya sandaran dalam hidupmu. Menjadikanku satu-satunya tempat berbagi di setiap kisah hidupmu. Will you?" ucap Cheyvan begitu serius sampai membuat Reysha menangis karena terharu tak menyangka akan apa yang dilakukan oleh Cheyvan.

"Ya.. It's a yes, Cheyvan" jawab Reysha mantap sembari menunduk malu-malu.

Senja di pantai itu menjadi saksi kisah cinta Cheyvan dan Reysha. Satu dari sejuta kisah yang menjadi awal dari terbentuknya suatu jalinan indah di hidup mereka.

Mentari pagi itu pun menjadi saksi dari awal kisah cinta mereka di jalinan pernikahan. Dan mimpi kecil Reysha terwujud sudah. Dan bersama dengan Cheyvan, akan diarunginya kehidupan ini bersama.
Be First to Post Comment !
Post a Comment

Tulis komentarmu dengan bahasa yang sopan dan tinggalkan Nama/URL yaa, biar bisa langsung saya BW :)

Custom Post Signature

Custom Post  Signature