08 October 2016

Private Belajar Bahasa Inggris sama Nita Lana Faera




Holaaa..

Sabtu alias weekend datang. Finally, bisa sedikit bersantai juga hari ini. Sedikit tapi sangat berharga. Oh ya, udah punya weekend list belum nih, kawan-kawan blogger semua?

Nah, kali ini My Scrap Book lagi mau Private Belajar Bahasa Inggris sama Nita Lana Faera nih. Penasaran nggak nih, kawan-kawan semua?

Oke, simak yuk, obrolan cantik kita berdua yuk..
  
Hallo, mbak, apa kabarnya nih? Waah, lagi sibuk apa nih sekarang?

Hai, mbak Asri. Salam kenal juga ya untuk semua teman-teman yang mungkin kita belum pernah kenalan sebelumnya. Semoga silaturahmi kita bisa dimulai dari sini ya... Sebelumnya makasih banget nih untuk mbak Asri yang udah ngasih kesempatan saya jadi bisa kenalan dengan teman-teman semua di blog kece milik mbak Asri ini.

Ehm, mbak, maaf yaa, ganggu waktunya sebentar. Boleh nanya-nanya kan? Ehm, mbak, kalau boleh tau nih, profesi mbak saat ini apa yaa? Boleh diceritakan sedikit  mengenai profesi mbak saat ini?

Saya Nita Lana Faera, seorang pendamping belajarnya anak-anak alias private teacher untuk pelajaran Bahasa Inggris usia sekolah, juga English Math dan English Science. Tapi kalau yang dua pelajaran ini sih untuk anak SD aja.

Ngomongin soal kerjaan di bidang akademik, emmm... mungkin ini tahun ke dua belas saya terdampar di profesi ini. Awalnya saya ngajar sebagai English teacher di sebuah lembaga pendidikan, lalu beberapa kali berganti lembaga sembari menjalankan another job sebagai private teacher sepulang dari lembaga atau pas weekend-nya.

Dua belas tahun dengan profesi yang sama? Emang nggak pingin nyoba kerjaan lain, Nit? Biasanya begini pertanyaan beberapa orang, hehe... Kenapa lebih memilih untuk jadi teacher ketimbang profesi lain? Ini jujur, alasan saya untuk milih sastra Inggris selepas SMA adalah karena nantinya saya pingin jadi translator. Tapi sebulan setelah saya lulus, saya iseng apply ke sebuah lembaga pendidikan dan diterima.

Awalnya saya juga ragu. Gue? Jadi guru??? Haha karena yang ada dalam pikiran saya saat itu, guru merupakan sosok yang cerdas dan ruarrr biasa sabar, trus ngomongnya lemah-lembut sambil senyum-senyum. Lah bukan saya banget ini mah, haha...Tapi setelah saya jalanin sampai sekarang, saya seneng kok dengan profesi ini. Dengan menjadi pendamping belajarnya anak-anak, saya jadi banyak belajar ngalah, kalau ngomong nggak ngotot dan harus menang lagi, dan pastinya.... saya belajar menghadapi berbagi model anak-anak. Biar suatu saat nanti saya jadi emak, saya udah nggak gamang lagi ngadepin anak.
Murid saya memang nggak semuanya anak-anak. Ada remaja dan kalau ngajar di lembaga, kadang handle kelas dewasa juga. Tapi kalau sekarang saya lagi memilih jadi private teacher. Kenapa ada kata “lagi”? Ya karena saya kan nggak tau akan ngapain saya nantinya, hehe...

Profesi saya yang lainnya? Emmm... sebenernya ini pantas untuk dibilang profesi atau enggak ya? Hehe... Oke gini aja. Saya sebut ini hobi yang jadi duit ya. Selain jadi “tukang ngajar” saya juga jadi “tukang nulis” novel teenlit.

Kecintaan saya pada fiksi itu dimulai pas SMP. Ada teman yang meminjamkan novel ke saya, tapi itu novel dewasa, haha... Kayak chicklit gitu lah. Lalu pas SMA, sekolah kami berada satu komplek dengan perpustakaan nasional Jakarta Timur. Ada dua teman yang selalu ngajakin saya ke sana. Saya nggak punya kartunya tapi kedua teman ini selalu ngasih satu jatahnya untuk saya, biar bisa pinjam buku untuk dibawa pulang. Jatah satu kartu itu entah dua atau tiga buku.

Yang saya incar itu adalah seri teenlit-nya Girl Talk. Saya baca satu di sana, dan satu dibawa pulang. Tiap kali selesai baca, saya selalu bilang dalam hati... suatu saat nanti saya akan nulis teenlit kayak gini.

Dan ya, setelah prosesnya yang kadang lancar kadang kusut, saat ini saya (((baru))) punya empat teenlit; the Tanjidor Boyz, The Rainbow Gals, Miss Seleb Sinting, dan yang terbaru walau nggak baru-baru amat yaitu Fesyenisheeza. Semuanya terbitan Diva Press.
  
Pernahkah mbak merasakan kebosanan atau mati gaya saat menjalani profesi mbak yang nggak sedikit itu? Bagaimana cara mbak apabila kemudian tiba-tiba merasakan kebosanan yang teramat sangat?

Kenapa saya senang menjalani lebih dari satu kegiatan? Ini cara saya biar nggak bosan. Kalau lagi jenuh atau ada masalah dengan urusan kerjaan, saya nulis. Lagi mentok ide, saya utak-atik resep masakan atau sekedar recook resep masakan yang saya lihat. Dan lagi, dengan melakukan kegiatan ini itu, saya jadi nggak punya waktu lagi untuk ngurusin kenapa si ini belum nikah dan si itu belum hamil, haha...

Kalau boleh tau nih, kan selain mbak berprofesi sebagai Private Teacher, mbak juga berprofesi sebagai blogger. Gimana sih cara bagi waktunya antara kesibukan mbak sendiri dengan menulis blog?

Sekarang kita ngomongin blog ya. Rekam jejak tulisan saya ada di www.nitalanaf.com. Iya... rekam jejak beberapa kegiatan yang udah saya lakukan. Makan minum ini itu, nulis. Kelayapan ke sini ke situ, nulis. Masak ini itu, nulis. Dapet hadiah ini itu, nulis. Blogging is sharing, gitu kata kebanyakan orang termasuk saya. Jadi ketimbang nyinyirin hidup orang lain, mending saya gunain waktu dan kuota internet untuk berbagi info yang mungkin bermanfaat bagi teman-teman yang baca. Dapet duit dan ini itu dari ngeblog? Iya, ini juga.

Apa yang melatar belakangi mbak kemudian membuat blog? Kalau boleh tau, dalam sehari, seminggu, sebulan, bisa posting berapa banyak? Ada tantangan/kesulitan nggak, setiap kali mau memposting tulisan di blog?

Untuk posting, semenjak bisa dibilang vakum bikin novel, saya jadi rajin ngeblog. Jadi ya lumayan rapat juga jeda posting-an antara yang satu dengan lainnya. Mudah-mudahan terus begini ya, haha... Dengan sekarang jadi private teacher yang kerjanya sekitar mulai jam 3 sore sampai jam 8, dari pagi sampai menjelang ngajar, saya jadi bisa ngeblog atau bikin masakan.

Bagaimana pandangan orang-orang di sekitar mbak, di lingkungan pekerjaan mbak Nita dengan profesi mbak sebagai blogger? Apakah mereka mendukung atau malah ada yang mencibir? Apa keuntungan yang mbak dapatkan saat mbak kemudian memilih menjalani profesi sebagai blogger?

Komentar orang lain tentang hobi nulis saya termasuk ngeblog? Saya rasa untuk hal apapun pasti ada tim yang support dan nyinyir

Apakah keluarga mbak selama ini mendukung dari sisi pekerjaan tetap mbak Nita dan pekerjaan sampingan mbak sebagai blogger?

Fokus aja dengan tim yang support, apalagi kalau support itu berasal dari keluarga.

Ada tips dan trik nggak dari mbak dalam menuliskan sebuah tema di blog? Atau saat menulis blog?

Apa yang saya dapat dari ngeblog? Emm... duit udah, hadiah udah, kelayapan gratis udah, makan gratis udah, belajar gratis udah, dan yang terbaru sih voucher belanja hasil menang lomba dari sebuah pengembang apartemen. Haha... tapi yang paling penting sih saya jadi punya banyak teman dari mana-mana dengan kita komenan saat blogwalking.

Menurut mbak, blogger di era sekarang ini penting nggak sih?

Emm... blogger sekarang-sekarang ini penting nggak sih? Iya bisa dibilang penting juga sih, terutama mungkin untuk mereka yang punya brand.

Yang terakhir ya. Ada pesan nggak untuk para blogger yang memiliki pekerjaan pokok atau untuk para pemula yang masih baru berkecimpung di dunia perbloggeran?

Kalau ditanya soal tips blogging, saya nggak punya karena saya pun masih belajar. Jadi cuma bisa sharing proses yang saya lakukan sampai akhirnya bisa kayak sekarang. Branding dan blogwalking, ini dua hal yang menjadi dasar saya ngeblog. Kalau kita masih masuk kategori 

“siapa elu?”, rajin-rajinlah branding-in blog kita di semua social media kita sendiri dan di grup blogger. Banyakin followers yang punya passion yang sama. Biasanya ini dari akun grup. Lalu blogwalking-lah untuk dapat kunjungan balik dan tentunya untuk belajar tekhnik nulis juga.

Saya baca semua post selama sempat, selama itu bukan SARA, nyinyir, artikel gosip, dan... penulisnya friendly. Sponsored post saya baca untuk pelajari tekhnik nulis hard selling dan soft selling. Ada beberapa orang yang nanya, gimana sih caranya dapat duit dari brand gitu? Jawab saya singkat aja. Saya enggak alergi dan nyinyirin tulisan sponsored post! Saya ngiri, makanya saya baca dan pelajari tekhnik nulisnya biar bisa bikin juga. Selebihnya, email-email yang nyodor-nyodorin duit pun datang sendiri, haha... Saya pun nggak pernah tau nitalanaf.com akan ditengok siapa aja, termasuk kakak-kakak agency.

***
Oke... gini aja ya sharing dari saya. Jangan lupa mampir ya ke www.nitalanaf.com dan kita boleh temenan ya di akun social media yang saya punya, tinggal klik aja di sidebard kanan blog saya.

Untuk tampilan blog dari Nita adalah :
 

Asyikkk, kelar sudah ngobrol bareng My Scrap Book bersama dengan mbak Nita. Don't go anywhere, tetap stay tune yaaa di blog My Scrap Book. Karena ada berbagai artikel menarik disini.

Ngobrol bareng ini menjadi pilihan My Scrap Book untuk ikut meramaikan postingan di blog ini. Dimulai dengan Ngobrol bareng, dan jangan lupa apabila kamu ingin ikutan di rubrik ini, bisa langsung send me an email yaa. Semoga dengan adanya postingan ini bisa menambah pertemanan dan keakraban di antara teman-teman semua.
 ***
Tentang Nita :

 

Nita Lana Faera adalah seorang guru privat bahasa Inggris. Selain menjadi guru privat, Nita juga berprofesi sebagai penulis 4 novel teenlit.

Kamu bisa menemukan kesehariannya di Blog.
3 comments on "Private Belajar Bahasa Inggris sama Nita Lana Faera"
  1. Mantap Nita,maju terus. Semangat! :D

    ReplyDelete
  2. Aku malah sering nangani anak2 yg hiper aktif mbak. hhee...
    Iya covernya aja lembut, begitu masuk kelas yg isinya anak lelaki yg beragam sifat, langsung bisa berubah jadi macan. wekeke...
    Salam kenal mbak Nita :D

    ReplyDelete
  3. Ahh seru ya kalau belajar nya pakai cara begini

    ReplyDelete

Tulis komentarmu dengan bahasa yang sopan dan tinggalkan Nama/URL yaa, biar bisa langsung saya BW :)

Custom Post Signature

Custom Post  Signature